Selasa, 26 April 2011

RANGKUMAN BAB X : DINAMIKA KONFLIK DALAM ORGANISASI

Konflik biasanya timbul sebagai hasil adanya masalah-masalah hubungan pribadi(ketidaksesuaian tujuan atau nilai-nilai pribadi karyawan dengan perilaku yang harus diperankan pada jebatannya,atau perbedaan persepsi) dan struktur organisasi (perebutan sumber daya-sumber daya yang terbatas,pertarungan antar departemen dan sebagainya.
Pada hekaktnya konflik merupakan suatu pertarungan menang kalah antara kelompok atau perorangan yang berbeda kepentingannya satu sama lain dalam organisasi.
Dalam bab ini,pembahasan akan dimulai dengan membicarakan tentang pengertian berbagai jenis konflik.kemudian konflik antar pribadi diuraikan dengan kerangka jendela johari dan strategi-strategi penyelesaiannya.
JENIS-JENIS KONFLIK
Orang mengelompokkan konflik ke dalam :
1. Konflik peranan yang terjadi di dalam diri seseorang ( personrole conflict ).dimana peraturan yang berlaku tak dapat diterima oleh seseorang sehingga orang itu memilih untuk tidak melaksanakan sesuatu sesuai dengan peraturan yang berlaku tersebut.
Konflik ini pada hakekatnya meminta kesadaran orang untuk menaati peraturan yang ada atau memerlukan kesetiaan orang pada organisasi.
2. Konflik antar peranan (inter-role conflict),dimana orang menghadapi persoalan karena dia menjabat dua atau lebih fungsi yang saling bertentangan.
Konflik ini dapat dihindari dengan mendefinisikan kembali tugas yang terlebih dahulu telah dispesialisasikan dan dialokasikan pada seorang tertentu sehingga akibat negative dwi fungsi diminimumkan.
3. Konflik yang timbul karena seseorang,harus memenuhi harapan beberapa orang ( intersender conflict ).
Ini dapat dihindari denagn memperlakukan sama bagi semua pihak-pihak yang berkepentingan.
4. Konflik yang timbul karena disampaikannya informasi yang saling bertentangan ( intrasender conflict ).
Ini dapat dihindari dengan system informasi yang lebih baik serta adanya buku pedoman atau tujuan perusahaan.

Lima jenis konflik (menurut pihak-pihak yang saling bertentangan)
A. Konflik dalam diri individu
Yang terjadi bila seseorang individu menghadapi ketidakpastian tentang pekerjaan yang dia harapkan untuk melaksanakannya.
B. Konflik antar individu dalam organisasi yang sama,
Dimana hal ini sering diakibatkan oleh perbedaan-perbedaan kepribadian.
C. Konflik antar individu dan kelompok.
Yang berhubungan dengan individu menanggapi tekanan untuk keseragaman yang dipaksakan oleh kelompok kerja mereka.
D. Konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama
Karena terjadi pertentangan kepentingan antar kelompok.
E. Konflik antar organisasi
Yang timbul sebagai akibat bentuk persaingan ekonomi dalam system perekonomian suatu Negara.

BERBAGAI SEGI POSITIF DARI KONFLIK SEBAGAI BERIKUT :

1. Konflik dalam:
• Perggantian pimpinan yang lebih berwibawa,penuh ide baru dan semangat baru.
• Perubahan tujuan organisasi yang lebih mencerminkan nilai-nilai yang disesuaikan dengan perubahan situasi dan kondisi.
• Pelembagaan konflik itu sendiri artinya konflik disalurkan tidak merusak susunan atau struktur organisasi.
2. Konflik dengan organisasi lain mungkin dapat :
• Lebih mempersatukan para anggota organisasi.
• Mendatangkan kehidupan baru di dalam hal tujuan serta nilai organisasi
• Lebih menyadarkan para anggota terhadap strategi serta taktik lawan.
• Sebagai suatu lembaga pengawasan masyarakat.
Bagaimanapun juga, konflik merupakan suatu hal yang memakan pikiran,waktu,tenaga,dan lain-lain untuk menyelesaikannya.kalau ini sering terjadi dan penyelesainnya berlarut-larut akan memperlemah kedudukan pihak-pihak yang saling konflik dan organisasi sebagai keseluruhan.

SUMBER-SUMBER KONFLIK ORGANISASIONAL
Berbagai sumber utama konflik organisasional dapat diuraikan sebagai berikut :
1. Kebutuhan untuk membagi sumber daya – sumber daya yang terbatas.
Konflik ini dapat timbul karena kelompok-kelompok organisasi bersaing untuk memperebutkan bagian terbesar sumber daya – sumber daya yang tersedia.
2. Perbedaan – perbedaan dalam berbagai tujuan.
Kelompok-kelompok organisasi cenderung menjadikan terspesialisasi atau dibedakan karena mereka mengembangkan berbagai tujuan,tugas dan personalia yang tidak sama.perbedaan-perbedaan ini sering menyakibatkan konflik kepentingan atau prioritas,meskipun tujuan organisasi sebagai keseluruhan telah disetujuin.
3. Saling ketergantungan kegiatan-kegiatan kerja.
Konflik potensial adalah terbesar apabila suatu unit tidak dapat mulai pekerjaannya karena harus menunggu penyelesaian pekerjaan unit lain.
4. Perbedaan nilai-nilai atau persepsi.
Perbedaan-perbedaan tujuan diantara anggota berbagai satuan dalam organisasi sering berkaitan dengan berbagai perbedaan sikap,nilai-nilai dan persepsi yang dapat menimbulkan konflik.
5. Kemenduaan organisasional
Konflik antar kelompok dapat juga berasal dari tanggungjawab kerja yang dirumuskan secara mendua (ambiguous) dan tujuan-tujuan yang tidak jelas.
6. Gaya-gaya individual.
Pada umumnya konflik ini terjadi apabila para anggota kelompok sangat berbeda dalam hal ciri-ciri seperti sifat kerja,umur dan pendidikan.

KONFLIK ANTAR PRIBADI
Salah satu penanganan analitis konflik antar pribadi dapat diperoleh dengan mempelajari berbagai cara berbeda yang dipergunakan seorang “pribadi” untuk berinteraksi dengan pribadi-pribadi lain.
Menurut JENDELA JOHARI pribadi seseorang terbagi menjadi 4 yaitu :
1. Pribadi terbuka (open self),bentuk interaksi ini orang mengenal dirinya sendiri dan orang lain.
2. Pribadi tersembunyi (hidden self),bentuk ini orang mengenal dirinya sendiri tetapi tidak mengenal pribadi orang lain.
3. Pribadi buta (blind self),bentuk ini orang mengenal pribadi orang lain tetapi tidak mengenal dirinya sendiri.
4. Pribadi tak dikenal (undiscovered self),bentuk ini orang tidak mengenal baik dirinya sendiri maupun orang lain.
Jendela johari hanya mengemukakan berbagai kemungkinan pola antar pribadi,tetapi tidak menggambarkan situasi-situasi konflik antar pribadi yang mungkin terjadi.meskipun demikian jendela johari sangat berguna untuk menganalisa situasi-situasi konflik tersebut.
Terdapat tujuh pedoman bagi pengadaan umpan balik untuk hubungan-hubungan antara pribadi yang efektif dapat diperinci sebagai berikut:
A. Menjadi lebih deskriptif daripada bersifat pertimbangan
B. Menjadi lebih spesifik daripada umum
C. Menangani hal-hal yang dapat diubah
D. Bemberi umpan balik apabila diinginkan
E. Memperhatikan motif-motif pemberian dan penerimaan umpan balik
F. Memberikan umpan balik pada saat perilaku berlangsung
G. Memberikan umpan balik bila akurasinya dapat dicek dengan orang-orang lain.

KONFLIK ORGANISASIONAL

Dalm hal ini litterer mengemukakan empat penyebab konflik organisasional yaitu antara lain:
1. Suatu situasi dimana tujuan – tujuan tidak sesuai
2. Keberadaan peralatan-peralatan yang tidak cocok atau alokasi-lalokasi sumber daya yang tidak sesuai
3. Suatu masalah ketidaktepatan status
4. Perbedaan presepsi

KONFLIK STRUKTURAL
Dalam organisasi klasik ada empat bidang structural dimana konflik sering terjadi:
A. Konflik hirarkis,yaitu konflik antara berbagai tingkatan organisasi
B. Konflik fungsional,yaitu konflik antara berbagai departemen fungsional organisasi.
C. Konflik lini-staf,yaitu konflik antar lini dan staf.
D. Konflik formal – informal,yaitu konflik antara organisasi formal dan informal.
PERANANN KONFLIK DALAM ORGANISASI
Secara tradisional,pendekatan terhadap konflik organisasional adalah sangat sederhana dan optimistic.pendekatan tersebut didasarkan atas tiga anggapan sebagai berikut:
1. Konflik menurut definisinya dapat dihindarkan
2. Konflik diakibatkan oleh para pembuat masalah, pengacau, dan primadona.
3. Bentuk-bentuk wewenang legalistic seperrti ‘ berjalan melalui sluran-saluran ‘ atau ‘berpegang pada aturan ‘
Dan hasilnya berupa serangkaian anggapan baru tentang konflik yang hamper persis berlawana dengan anggapan-anggapan tradisional:
1. konflik tidak dapat dihindarkan
2. konflik ditentukan oleh factor-faktor structural seperti bentuk phisik suatu bangunan,desain struktur karier,atau sifat sistem kelas.
3. Konflik adalah bagian integral sifat perubahan.
4. Konflik dapat membantu atau menghambat pelaksanaan kegiatan organisasi dalam berbagai derajat.
5. Tingkat konflik minimal adalah optimis.
Atas dasar anggapan-anggapan diatas,manajemen konflik organisasional telah menggunakan suatu pendekatan baru.pendekatan yang cukup representative adalah tiga strategi dasar untuk mengurangi konflik organisasional yang dikemukan litterer yaitu:
1. Penyangga atau penengah dapat diletakkan diantara pihak-pihak yang sedang berkonflik.
2. Membantu pihak-pihak yang sedang konflik untuk menggembangan pandangan yang lebih baik tentang diri mereka dan cara mereka yang saling mempengaruhi.
3. Merancang kembali struktur organisasi agar konflik berkurang.

MENGINDARI KONFLIK ORGANISASI
Ada beberapa cara untuk menghinadari konflik dalam suatu organisasi antara lain sebagai berikut :
A. Pemimpin organisasi harus memperhatikan sikap dan pendapat para anggoata organisasi agar kegiatan yang terorganisasi secara efektif dalam pelaksanaannya.
B. Pemimpin harus member contoh yang baik dalam tindakan-tindakannya.
C. Dapat mempraktekkan evaluasi jabatan dapatlah dicapai pembenahan fungsi,kekuasaan, tanggungjawab serta pelaporannya.
D. Cara lain dengan :
a. Prosedur kelah
b. Kotak saran
c. Kebijaksanaan pintu terbuka
d. Pertemuan kelompok
e. Rapat anggota, dan lain sebagainya.
MENYELESAIKAN SUATU KONFLIK DIDALAM ORGANISASI
Bila keadaan tidak saling mengerti serta situasi penilaian terdapat perbedaan antar anggota organisasi itu makin parah sehingga konsesus sulit dicapai,maka konflikpun tak dapat terelakkan.cara penyelesaiannya bisa dengan cara-cara dibawah ini:
1. Menggunakan kekuasaan ( dalam hal yang baik dan lebih bijaksana)
2. Konfrontasi (dengan meminta persetujuan semua pihak organisasi
3. Kompromi (pihak yang satu mengorbankan sesuatu agar memuaskan pihak yang lain)
4. Menghaluskan situasi
5. Pengunduran diri dari organisasi.
Berbagai keadaan yang menguntungkan suatu organisasi dalam menghadapi konflik adalah bila:
• Strukturnya dapat memperlancar proses saling tidak anggota dan kelompok
• Anggotanya mampu melaksanakan proses saling tidak yang efektif dan saling mempengaruhi
• Anggota yang satu mempercayai anggota yang lain,setia dan lain-lain.
Penyelesaian konflik dalam organisasi seperti itu sifatnya akan kreatif dan konstruktif dan inilah yang kita inginkan semua,yaitu tercapainya kesesuaian (conformity ) antar anggota dimana para anggota memperagakan sikap,perilaku dan tindakan yang harmonis.

Senin, 28 Maret 2011

SIFAT - SIFAT PEMIMPIN YANG DIHARAPKAN BAGISEBUAH PERUSAHAAN ATAU ORGANISASI

Setiap manusia ini akhirnya akan menjadi seorang pemimpin terutama kaum laki-laki,tapi tidak terkecuali seorang pemimpin itu dari kaum perempuan.bagi kaum laki-laki kepemimpinannya yang mendasar pada saat ia memjadi pemimpin keluarganya.seorang pemimpin juga berawal dari sebuah usaha untuk mewujudkan menjadi seorang pemimpin.setiap manusia sudah sejak lama menjadi pemimpin yaitu menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri.seorang pemimpin seperti apa yang harus di jadikan contoh untuk kedepannya kita menjadi seorang pemimpin nanti.berikut sifat-sifat yang harus di miliki seorang pemimpin,diantaranya adalah:
1.pemimpin haruslah jujur
kejujuran merupakan sebuah modal utama seorang bagi seorang pemimpin.karena dari sebuah kejujuran kepemimpinan itu akan bener dan menjadi pemimpin yang bener.
2.Pemimpin haruslah bijaksana
Bijaksana dalam mengambil sebuah keputusan untuk suatu malasah secara adil dan tidak memihak kepada yang satu arah saja.
3.Pemimpin haruslah berwibawa
Kewibawaan seorang pemimpin itu terlihat dari cara tutur katanya kepada yang dipimpinnya.karena kewibawaannya seorang pemimpin akan di lihat kepada yang dipimpinnya dan menjadi sebuah contoh yang baik baginya.
4.Pimimpin haruslah adil
Karena sebuah keadilan dalam kepemimpinan di butuhkan karena itu akan menjadi sebuah yang menenangkan bagi anggota yang dipimpin karena akan tinbul rasa yang sama yang tidak dibeda-bedakan oleh pemimpinnya.
5.Pemimpin haruslah berbaur dengan yang dipimpinnya
Haruslah bisa ada di dalam yang dipimpinnya tanpa memandang dirinya seorang yang kedudukkannya lebih tinggi dari pada mereka.dengan begitu akan terjalin sebuah kerja sama yang baik dari yang dipimpin dan yang memimpin.
Dari penjelasan tentang sifat-sifat yang harus dimiliki seorang pemimpin di atas,di harapkan kita sebagai calon memimpin nanti mempunyai sifat tersebut. Sebenernya masih banyak lagi sifat-sifat yang harus dimiliki seorang pemimpin tapi yang paling mendasar dari seorang pemimpin adalah 5 sifat di atas.
Jika seorang pemimpin yang tlah memiliki sifat yang diatas tadi maka sangat kemungkinan besar kepemimpinannya akan berjalan dengan baik dan rapih sesuai apa yang diinginkan untuk tujuannya.
Maka mulai sekarang kita yang dalam proses untuk menjadi seorang pemimpin sesungguhnya belajar untuk tanamkan sifat-sifat tersebut,karena akan bermanfaat kedepannya untuk diri kita sendiri maupun untuk orang lain nanti.

USAHA SAMBIL YANG DAPAT DILAKUKAN PADA SAAT KULIAH BAGI SEORANG MAHASISWA

Seorang mahasiswa bisa dikatakan adalah seorang yang tlah dewasa.maka dari sebuah kedewasaan itu haruslah mahasiswa tersebut sudah berpikir untuk masa kedepannya sebelum ataupun sesudah kuliah nanti.di masa-masa kuliah seperti inilah seorang mahasiswa harus lebih kreatif lagi untuk putar otak apa yang dilakukan pada saat masih kuliah seperti ini untuk bisa menghasilkan pendapatan yang bisa dimanfaatkan untuk kuliahnya ini bahkan bisa untuk kedepannya pada saat selesai kuliah nanti diselah-selah menunggu saatnya terjun dikehidupan kerja sesungguhnya.jawaban untuk itu adalah mahasiswa tersebut harus belajar untuk buka usaha sendiri agar menjadi sebuah pengalaman serta pembelajaran untuk manajemen pendapatan agar bisa teratur dengan baik untuk ssaat ini serta nanti.
Sebuah usaha tidak haruslah yang langsung usaha besar yang membutuhkan modal yang besar pula tapi bisa dimulai dengan usaha kecil,karena dari usaha kecil tersebutlah mahasiswa dapat belajar untuk lebih bisa mengembangkan usaha nya tersebut.
Contoh usaha kecil yang dapat menjadi rekomendari untuk usaha anda adalah sebagai berikut:
A.Berjualan kecil-kecilan di depan halaman rumah anda.

Misalkan jualan jajanan anak kecil. Usaha seperti ini tidak di butuhkan modal yang besar,karena dengan uang sebesar 250-300ribu usaha ini dapat di buka. Terbukti dari saya.berawal dengan modal segitu saya setiap bulannya mendapatkan keuntungan bersih sebesar 125rb/bulan.jualan nya dapat di lakukan ketika pulang kuliah dan setiaplibur kuliah.usaha ini juga tidak terlalu mennyita waktu dalam perkuliahan dan dalam mengerrjakan tugas saat dirumah.
B.Berjualan pulsa berjalan
Jualan pulsa bisa di rumah ataupun berjualan berjalan seperti lagi dikampus bisa juga berjualan pulsa.
C.Penerima jaga penitipan fotocopy

Jika ada fotocopy anda dapan bisa menerima jasa penitipan foto kopy dari temen sekelas anda.dengan cara mengumpulkan semua yang fotokopy lalu cari tempat fotocopy yang harganya sedikit kurang harganya dari tempat-tempat lagi agar bisa dapat sedikit keuntungannya,walupun tidak seberapa banyak keuntungan yang dapat diambil dari jasa tersebut tpi setidaknya anda dapat memperoleh sedikit keuntungan dari jasa itu sebagai uang tambahan jajan n ongkos anda.
Itulah sedikit contoh usaha apa yang bisa di lakukan seorang mahasiswa untuk bisa menghasilkan pendapatan sendiri walaupun sedikit tapi yang penting bisa sedikit menutup kesulitan keuangan saat-saat kuliah.perluh diketahui usaha anda harus lihat kondisinya sekitar anda dulu.agar usaha itu dapat berkembang dengan baik dan dan lebih besar.

CARA MEMANFAATKAN WAKTU LUANG PADA SAAT KULIAH

Setiap mahasiswa dalam perkuliahannya paslihlah selalu berhadapan dengan yang kosong saat perkuliahan.misalkan saja pada saat ketidak hadiran dosen mata kuliah.satu mata kuliah yang dosennya tidak hadir maka waktu yang kosong ada sekitar 2 jam.belum lagi jika 2mata kuliah yang tidak hadir.maka waktu kosong untuk menunggu dosen selanjutnya akan sekitar 4 jam bahkan bisa lebih.
Maka sebagai seorang mahasiswa yang baik dibutuhkan perolahan waktu kosong tersebut agar bermanfaat serta tidak terbuang sia-sia waktu kita untuk kuliah.
Untuk itu sebagai seorang mahasiswa harus lah pandai-pandai untuk mengatur waktu luang (kosong) tersebut agar bermanfaat dan tidak terbuang sia-sia.cara memanfaatkan waktu luang (kosong) bisa dilakukan beberapa hal yang bermaanfaat mulai dari :
1.Mengerjakan tugas-tugas mata kuliah lain.
Maksudnya disini adalah ketika saat berhadapan dengan waktu lung/kosong sebaiknya mahasiswa mengerjakan tugas mata kuliah dosen yang lain agar tugas-tugasnya dapat berkurang sedikit.hitung-hitung nyicil tugas agar tidak numpuk tugasnya.
2.Browsing hal-hal yang berkaitan dengan mata kuliah jurusan
Dengan browsing di internet tentang hal-hal yang berkaitan dengan jurusan anda adalah agar mahasiswa timbul minat baca, dan dari baca tersebut maka mahasiswa tersebut mendapatkan sedikit ilmu dan sebuah pengetahuan yang baru.
3.Berdiskusi dan menanyakan hal yang tidak di mengerti dari mahasiswa lain yang dianggap tlah lebih mengerti.
Dari berdiskusi antar temen maka akan timbul sebuah bahasan yang menarik( dengan tanda kutip…diskusinya sebuah pembelajaran) dari diskusi yang menarik itu akn memancing mahasiswa untuk berbicara syukur-syukur akan timbul sebuah pertanyaan dari satu mahasiswa ke yang lain hal yang kurang di mengerti,maka dari diskusi tersebut akan menghasilkan sebuah jawaban serta penjelasan yang jelas dari anggota atau temen diskusi anda tersebut yang posisinya anggota diskusi tersebut lebih memahami dan mengerti apa yang tidak di mengerti temen sediskusinya tadi yang bertanya.
Mungkin yang di atas tersebut sedikit cara pemamfaatan waktu luang/kosong yang bisa dilakukan mahasiswa di saat kuliahnya berhadapan dengan waktu luang/kosong itu,masih banyak lagi tapi semua itu dari mahasiswa itu sendiri dalam menyikapi waktu untuk yang lebih bermanfaat. Karena dengan itu waktu kosong dapat memberikan mamfaan bagi mahasiswa tersebut.waktu tidak terbuang sia-sia melainkan tugas yang sedikit tlah selesai n sebuah pembelajaran dan pengetahuan yang baru yang didapat dari internet atapun dari temen yang lebih mengerti pa yang kita kurang mengerti…….
MULAILAH DARI SEKARANG MEMAMFAATKAN WAKTU LUANNG(KOSONG) DENGAN LEBIH BAIK DAN BERMAMFAAT BAGI DIRI KITA,,,,,

Rabu, 09 Maret 2011

BAB V DESAIN DAN STRUKTUR ORGANISASI FORMAL

Pada bab-bab sebelumnya telah dibahas berbagai alasan mengapa orang-orang membentuk dan bergabung dengan suatu organisasi Yaitu alasannya adalah untuk mencapai tujuan –tujuan secara bersama.
Organisasi format dapat diibaratkan sebagai sebuah “kendaraan”untuk mencapai tujuan secara bersama. Lebih jelasnya organisasi format (menurut teori organisasi klasik) adalah system kegiatan yang terkoordinasi dari kelompok orang yang bekerja bersama untuk mencapai tujuan dibawah kekuasaan dan kepemimpinan.organisasi format ini merupakan organisasi yang dengan sengaja direncanakan dan strukturnya secara tegas disusun.
DESAIN STRUKTUR AL ORGANISASI FORMAL

Struktur organisasi format disusun adalah untuk membantu pencapaian tujuan organisasi dengan lebih efektif.organisasi format harus memiliki tujuan atau sasaran supaya tahu bagaimana menjalankan organisasi untuk mencapai tujuannya.tanpa tujuan organisasi tidak mungki membuat perencanaan, dan bila organisasi tidak memiliki perencanaan maka tidak ada ketentuan tentang jalan nya organisasi tersebut.
Struktur organisasi format mempunyai dua muka yaitu:
A. Model struktur (mempergunakan prinsip-prinsip teori organisasi.
B. Dimensi-dimensi dasar struktur ( ini menentukan kegiatan –kegiatan dan hubungan –hubungan yang harus dilakukan dantingkat spesialisasi yang dapat di berikan.

Variabel-variabel kunci yang menentukan desain structural organisasi
A. Strategi dan struktur organisasi
Dalam pemilihan suatu strategi dan struktur untuk mengimplementasikan para menajer harus mempertimbangkan pengaruh lingkungan eksternal terhadap organisasi.
Strategi akan mempengaruhi struktur suatu organisasi dengan penjelasan sebagai berikut :
a. Strategi menentukan kegiatan-kegiatan organisasional,yang merukan basis pokok bagi desain organisasi.
b. Strategi mempengaruhi pemilihan teknologi dan orang – orang yang tepat untuk pelaksanaan kegiatan – kegiatan tersebut.
c. Strategi menentukan lingkungan spesifik di mana organisasi akan dioperasikan.


B. Lingkungan eksternal dan struktur

Dalam pembahasan pengaruh lingkungan pada desain organisasi secara terperinci kita perlu membedakan tipe-tipe lingkungan sebagai berikut:
1. Lingkungan stabil
Yaitu lingkungan dengan sedikit atau tanpa perubahan yang tidak diperkirakanatau tiba-tiba.
Ciri –ciri lingkungan ini antara lain :

a. Perubahan produk tidak sering terjadi
b. Modifikasi dapat direncanakan dengan baik.
c. Permintaan pasar tidak begitu berfluktuasi
d. Perubahan hokum organisasi atau produk tidak sering terjadi dan
e. Perkembangan teknologi baru dapat diramalkan.

2. Lingkungan berubah
Yaitu lingkungan dimana inovasi mungkin terjadi dalam setiap atau semua bidang yang telah disebut di atas produk,pasar,hokum atau teknologi.

3. Lingkungan bergejolak
Terjadi apabila para pesaing melempar produk baru dan tak terduga ke pasaran,hokum sering terganti,kemajuan teknologi berubah secara drastic desain produk dan metode – metode produksi,organisasi ada dalam lingkungan bergejolak.
Organisasi dalam lingkungan berubah mungkin dapat menggunakan kombinasi dua system yaitu:
a. System mekanistik berarti bahwa kegiatan-kegiatan organisasi terperinci menjadi tugas-tugas yang terpisah dan terspesialisasi.
b. System organic berarti individu-individu lebih cenderung berkerja dalam suatu kelompok dari pada berkerja sendiri.

C. Teknologi dan struktur ( teknologi yang digunakan )

Menurut Woodward ada sejumlah hubungan antara proses teknologi dan struktur organisasi,yang dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Semakin kompleks teknologi semakin besar jumlah manajer dan tingkatan manajemen.
2. Rentang manajemen para manajer lini pertama meningkat dari produksi unit ke massa dan kemudian turun dari produksi massa ke proses.
3. Semakin tinggi kompleksitas teknologi perusahaan, semakin besar jumlah staf adminisratif dan klerikal.
Artinya ini adalah bahwa setiap tipe teknologiada aspek-aspek struktur organisasionalspesifik yang berkaitan dengan pelaksanaan kerja yang lebih berhasil.

D. Orang dan struktur (orang yang terlibat dalam organisasi)

Antara lain:
a. Manajer dan struktur ini mempengaruhi pemilihan strategi secara langsung melalui preferensi mereka.
Struktur organisasi
Dipengaruhi secara langsung oleh preferensi pribadi manajer terhadap berbagai tipe organisasi tertentu.
b. Karyawan dan struktur
Factor-faktor seperti tingkat pendidikan, latar belekang, derajat minat pada pekerjaan para karyawan,dan ketersediaan berbagai arternatif di luar organisasi merupakan penentu-penentu penting struktur organisasa.
MODEL-MODEL STRUKTUR ORGANISASI
Struktur organisasi merupakan perwujudan yang menunjukan hubungan diantara fungsi-fungsi dalam suatu organisasi serta wewenang dan tanggungjawabsetiap anggota organisasi yang menjalankan masing-masing tugasnya.
Berikut ini tiga model struktur organisasi yang di kenal sebagai berikut:
1. Model tradisional
struktur tradisional dirancang terutama untuk linhkungan yang stabil dan perubahan-perubahan yang terjadi didalamnya dapat diperkirakan.
Organisasi seperti ini efesien atau tidaknya tergantung pada 2 faktor yaitu:
a. Jumlah energy organisasional total yang diperlukan untuk menjaga struktur dalam menghadapi,tekanan-tekanan internal dan eksternal
b. Derajat penggunaan kemampuan berbagai sumber daya oleh struktur yang mencakup kemampuan semua anggotanya.

2. Model hubungan manusiawi
Model ini lebih mengusulkan bermacam-macam penyesuaian,teknik-teknik dan perilaku-perilaku struktur “off line”
A. Model hubungan manusiawi mempersilahkan para manajer untuk mempergunakan kemampuan kepemimpinannya untuk mengurangi friksi-friksi diantara orang-orang dan jabatan-jabatan mereka dalamorganisasi,serta mengembangankan hubungan-hubungan kerja sama yang baik antar para anggota organisasiyang bertanggungjawab kepadanya.
B. Pendekatan hubungan manusiawi menyarankan manajer memanfaatkan organisasi informal dalam departemennya yang


C. menunjukan bahwa ia member tanggapan kooperatif dan bukannya malah menentang.
Pendekatan hubungan manusiawi diyunjukkan dengan sejumlah teknik atauprogram yang biasanya di bawah yurisdiksi atau kewenangan departemen personalia,yang dirancang untuk melayani kebutuhan-kebutuhan seluruh anggota organisasi.
Intinya konsep hubungan manusiawi tidak berurusan langsung dengan struktur organisasi.struktur diterima sebagai sesuatu pemberian yang sudah tertentu suatu lingkungan dimanadi dalamnya tampak sikap dan perilaku antar pribadi.
3. Model sumber daya manusia
Konsep model sumber daya manusia ini mencoba memaksimumkan fleksibilitas baik di dalam maupun di antara posisi-posisi yang berinteraksi.
Hal ini mengharuskan anggota-anggota organisasi mempunyai:
A. Suatu tujuan tingkat operasional yang telah disetujuin bersama
B. Jalur yang memperoleh sumber informasi vertical dan horizontal yang relevan.
C. Kemampuan untuk memberikan tanggapan terhadap informasi dengan keputusan dan perilaku yang mengarahkan pencapaian tujuan dengan efesien.
DIMENSI-DIMENSI DASAR STRUKTUR ORGANISASI
A. Pembagian kerja.
Para anggota organisasi dihadapkan pada 2 perhatian pokok:
1. Pembagian kerja yang dilaksanakan
2. Penentuan basis yang tepat untuk pengelompokan kegiatan-kegiatan agar menghasilkan satuan-satuan kerja yang efesien dan menguntungkan bagi organisasisecara keseluruhan.
B. Berbagai fungsi yang melekat pada struktur organisasi
Kegiatan-kegiatan dan hubungan-hubungan serta fungsi-fungsi structural yang terjadi secara garis besar dapat di perinci sebagai berikut:
1. Wewenang
Wewenang adalah hak melakukan sesuatu atau memerintah orang lain untukmelakukan sesuatu.
2. Kekuasaan
Kekuasaan adalah kemampuan untuk melakukan wewenang tersebut.
3. Tanggungjawab
Tanggungjawab adalah kewajiban untuk melakukan sesuatu.
4. Akuntabilitas
Adalah factor diluar individu dan perasaan pribadinya.
5. Komunikasi dalam organisasi
Komunikasi ini seperti pemberian perintah,permintaan akan suatu informasi,dan penerangan tentang keputusan manajemen sering mengalir dari atas ke bawah melalui struktur tingkatan organisasi.
6. Hubungan lini dan staf
Merupakan pendekatan yang berbeda untuk menentukan deskripsi wewenang dalam organisasi.
Wewenang lini adalah memberikan perintah-perintah atau melaksanakan kegiatan .
Wewenang staf adalah memberi bantuan dan nasehat,tetapi tidak memberikan perintah.
7. Rentang kendali
Adalah beberapa orang jumlah bawahan yang dapat di kendalikan secara efektif oleh seorang manajer atau atasan.
8. Struktur flat dan tall
Flat (dasar), tall (tinggi) digunakan untuk menggambarkan pola menyeluruh rentang kendali dan tingkatan manajemen.
9. Sentralisasi dan desentralisasi.
10. Rantai wewenang kalar.
Ini bersangkutan dengan jumlah tingkatan dalam suatu organisasi dan secara otomatis pada kapan sajaseorang individu dijadikan bawahan pada seorang atasan.
11. Kesatuan perintah.
Kesatuan perintah terutama dimaksudkan untuk memudahkan koordinasi.
C. Departementasi
Ini bersangkutan dengan proses penentuan cara pengelompokan kegiatan-kegiatan organisasi.
Departementasi yang lebih khusus,secara ringkas dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Waktu
2. Pelayanan ( service )
3. Langganan
4. Peralatan
5. Urutan angka(digunakan untuk pelayanan telepon).

Ada tiga tipe Departementasi yaitu antara lain:
I. Departementasi fungsional: pendekatan ini untuk pengelompokan kegiatan-kegiatan organisasi ini mungkin merupakan tipe departementasi yang palingumum dan luas digunakan dalm rancangan struktur organisasi.
Kebaikan utama departementasi fungsional yaitu berkaitan dengan aspek-aspek positif spesialisasi karena akan meningkatkan efesiensi dan memungkinkan pemamfaatan karyawan dan peralatan yang ekonomis.
Kekurangan departementasi fungsional yaitu
1. Mempersulit koordinasi
2. Dapat menciptakan konflik antar fungsi
3. Kurangnya kontak antar fungsi yang mengakibatkan para anggota berpandangan lebih sempit dan kurang inovatif
4. Kurang tanggap terhadap perubahan lingkungan.
II. Departementasi wilayah: organisasi beroperasi diwilayah-wilayah tersebar maka Departementasi atas dasar wilayah akan diperlukan.
Departementasi wilayah jika dihubungkan dengan tipe organisasi divisional memiliki kebaikan dan kelemahanantara lain:
A. Kebaikan:
1. Pengambilan keputusan lebih cepat dan dengan kemungkitan kualitas lebih baik
2. Koordinasi tugas lebih mudah dilaksanakan,karena ada pemusatan kegiatan.
3. Beban manajemen pusat menjadi lebih ringan ,karena ada pendelegasian.
B. Kelemahan:
1. Kepentingn seluruh organisasi kurang diperhatikan,karena kepentingan terpusat pada ukuran prestasi devisi
2. Meningkatnya biaya operasional organisasi,karena cenderung terjadinya kelebihan staf,duplikasi sumber daya dan peralatan.
3. Mempersulit alokasi sumber daya dan konsistensi kebijaksanaan.
III. Departementasi produk ( berhubungan dengan suatu produk apa dalam organisasi tersebut )
DESAIN STRUKTURAL MODERN
Berikut ini akan di uraikan dan di analisa berbagai model structural lebih baru yang telah di rancang dan diimplementasikan untuk menghadapi tantangan-tantangan kedepannya.
1. Organisasi proyek
Bentuk organisasi proyek umumnya dipakai dalam industry ruang angkasa dan juga menjadi semakin luas dipergunakan dalam organisasi-organisasibisnis,pemerintah dan militer lainnya.
2. Berbagai tipe struktur proyek
Ada beberapa macam bentuk struktur proyek antara lain :
a. Organisasi proyek individual
Hanya terdiri dari manajer proyek,yang tidak mempunyai kegiatan-kegiatan atau personalia yang secara langsung melapor kepadanya.
b. Organisasi proyek staf
manajer proyek sudah mempunyai staf pendukung yang disediakan untuk setiap kegiatan-kegiatan proyek.
c. Organisasi proyek “intermix”
Didalamnya manajer proyek mempunyai personalia staf dan dipilih kepala-kepala fungsional utama yang melapor secara langsung kepadanya.
d. Organisasi proyek agregat
Manajer mempunyai semua personalia yang diperlukan untuk proyek staf dan lini fungsional yang melaporkan secara langsung kepadanya.

Ket: peranan manajer proyek adalah mengatur waktu, kualitas, dan standar biaya proyek agar sesuai dengan rencana.

3. Organisasi matriks
Organisasi matriks sangat terkenal dalam industry ruang angkasa dan organisasi-organisasi yang memerluhkan koordinasi karena banyaknya hubungan-hubungan yang terjadi atau yang memerluhkan prestasi teknis tinggi,seperti perusahaan-perusahaan kontraktor,lembaga-lembaga konsultasi,serta penelitian dan pengembangan
Bentuk Organisasi matriks ini akan sangat bermamfaat bila:
a. Kegiatan mempunyai waktu penyelesaian yang terbatas dan skedul waktu harus ditepati.
b. Pengendalian biaya merupakan factor kritis
c. Banyak ketrampilan atau keahlian khusus yang membutuhkan koordinasi bagi penyelesaian proyek.
d. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan banyak yang baru dan belum dikenal para anggota tim proyek.
4. Organisasi bentuk bebas
Dengan konsep bentuk bebas ini tidak ada satu cara pengorganisasian, tetapi struktur dirancang untuk memenuhi berbagai kebutuhan tertentu pada suatu waktu tertentu.
Ada 2 karakteristik umum tipe organisasi ini yaitu:
1. Organisasi bentuk bebas menggunakan secara ektensif system informasi yang dikomputerisasikan,terutama untuk mengevaluasi satuan-satuan kerja organisasional.
2. Organisasi bentuk bebas biasanya beranggotakan dan dikelolah para manajer muda dan dinamis yang berani mengambil resiko yang telah diperhitungkan.


SELESAI

Minggu, 27 Februari 2011

PEMBAHASAN ANTARA KIAT-KIAT BELAJAR DI PERGURUAN TINGGI,DENGAN MAKNA KATA ‘SUKSES’ SERTA SARJANA MEMBUMI

1. Kiat belajar di perguruan tinggi
Sebagai seorang mahasiswa dalam pembelajaran sehari-hari yang diterima di kampus, yang dihadapkan dengan begitu banyaknya mata kuliah pembelajaran yang menuntut anda untuk dapat mengerti dan memahami pembelajaran materi mata kuliah tersebut oleh karena itu seorang mahasiswa membutuhkan sesuatu metode atau yang sering di sebut dengan KIAT pembelajaran yang baik selama anda berada pada perguruan tinggi tersebut selama anda menyandang sebagai mahasiswa.kiat-kiat tersebut bisa dimulai dari :
A. Diri anda sendiri
Di dalam diri anda harus terdapat sebuah semangat yang tinggi yang akan mendorong dan menjadi sebuah motivasi untuk jadi yang lebih baik dan baik lagi. Selain semangat yang tinggi di dalam diri anda juga harus terdapat sifat untuk memotivasi diri anda sendiri agar tidak gampang menyerah dengan keadaan yang ada hadapi selama anda berada di perguruan tinggi.
B. Masuk tepat waktu
Dengan anda masuk kuliah suatu mata kuliah dengan tepat waktu itu akan membuat anda lebih semangat dan lebih percaya diri untuk menerima pembelajaran yang di dapat, bukan saja itu dengan tepat waktu anda akan untung materi pembelajaran karena ada mendapatkan materi dari awal sampai akhir yang di terangkan oleh dosen yang bersangkutan.
c. Duduk di bangku yang paling depan.
Dengan anda duduk di bangku paling depan anda akan lebih focus menerima materi yang disampaikan oleh dosen. Serta anda akan lebih jelas untuk segi hal pemahaman jika di mandingkan yang duduknya di bangku belakang.
d. Mendengarkan materi yang disampaikan dosen dengan baik.
Dengan anda focus memdengarkan dosen dengan baik dan seksama maka dijamin anda akan sangat menguasai materi yang disampaikan dosen tersebut.
e. Mencatat materi-materi yang penting
hal ini untuk anda mempermudah anda ketika anda lupa tentang materi tersebut sementara anda ingin mempelajarinya kembali.
f. Mencatat hal yang ada belum memahami ( belum jelas)
dalam sebuah pembelajaran tidak semua dengan cepat anda dapat mengerti dan memahami pembelajaran tersebut kadang kala ada yang anda kurang jelas dalam pembelajaran tersebut. Nah nisini lah fungsinya mencatat hal yang anda kurang jelas tersebut.dengan mencatat materi yang kurang jelas tadi anda dapat menanyakan kembali ke dosen yang bersangkutan saat dosen tersebut membuka sesi pertanyaan.
g. Bertanya jika ada pertanyaan
materi yang anda catat karena belum jelas tadi anda Tanya kan ke dosen bersangkutan untuk mendapatkan suatu jawaban agar anda bisa dapat memahami yang anda belum jelas tadi.
h. ajukan tanggapan baru jika perluh
jika setelah anda mengajukan pertanyaan dan anda belum jelas lagi anda dapat mengajukan tanggapan baru agar dosen bersangkutan dapat menjelaskan kembali atas pertanyaan anda.
i. Mencatat semua tugas yang dosen berikan
Karena ini berfungsi untuk mengingatkan kembali ada ada tugas apa saja dari dosen.karena biasanya dari tugas-tugas tersebutlah nilaidi berikan ke anda.
j. mempelajari foto copyan materi yang di berikan dosen
k. mengerjakan segala tugas dengan baik dan maksimal
l. selalu belajar materi sebelum mendapatkan sebuah pembelajaran dari dosen
. Karena ini mempermudah anda untuk mengerti saat dosen menyampaikan materi.
m. Banyak-banyaklah membaca dari mana pun itu sumber pembelajarannya.
2. Makna kata suskes
Dalam diri setiap manusia pasti mengenal suatu kata yang mudah diucapkan tapi dalam perwujudannya mungkin di katakan sedikit gampang dan susah kata tersebut yaitu “sukses”
Menurut saya kata sukses atau kesuksesan yaitu saat saya dapat menemukan dan dapat menerima serta memberikan sesuatu kebahagiaan, ketentraman, kedamaian. Sesejukan keiklasan,serta ketulusan pada diri saya dan orang yang saya sayangi dan orang lain yang saling social sama saya bukan saja itu tapi saya juga dapat berhasil melakukan sesuatu hal positif yang saya inginn wujudkan dalam hidup saya yang bisa bermanfaat untuk saya dan semua.
6 Makna sukses dari saya:
1.keserasian dan keseimbangan dalam hidup
2.dapat bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.
3.suatu proses selalu tetap untuk menuju dan melangka menuju cita-cita.
4.sukses harus melewati suatu proses hidup yang harus dijalankan satu tujuan yang kuat demi menuju titik akhir untuk menikmati suatu keberhasilan.
5.keberhasilan di dunia dan diakhirat
6.berada disamping nya( Allah SWT) dengan tersenyum.
3. “ sarjana membumi ”
Sapa yang di dunia ini tak ingin menjadi atau menyandang gelar sarjana membumi???????? Mungkin jawabannya adalah hampir semua orang yang ada di dunia ini ingin menyematkan gelar tersebut. Tapi kenyataannya sekarang ini banyak yang menyandang gelar tersebut tapi gelar sarjana yang bukan sarjana yang sebenarnya kata lainnya sarjana asal sarjana saja.
Sarjana sebenerja harus sarjana yang bener-bener sarjana dan sarjana yang di gelarkan membumi untuk diri nya dan orang lain. Apa sarjana membumi itu ???
Sarjana membumi adalah sarjana yang bener-bener bisa melakukan dan menjalankan hal-hal yang berkaitan dengan hal-hal positif baik untuk diri nya ataupun untuk orang lain baik dari segi guna dan manfaatnya dengan selalu memperhatikan segala sesuatu yang akan dilakukan di lihat dari segi baik atau buruknya.
Sarjana membumi juga bisa diartikan sebagai seseorang yang telah selesai menyelesaikan atau mentamatkan kuliahnya dengan hasil yang memuaskan dan langsung dapat terjun kedalam dunia masyarakat yang luas dan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat karena hal positif dari sarjana tersebut.
Itulah sedikit tulisan saya mengenai tiga hal diatas….
kesimpulannya iylah seorang yang belajar di perguruan tinggi harus punya kiat-kiat tertentu ,agar dapat suatu kesuksesan bagi diri nya dan tujuan akhirnya adalah menjadi seorang sarjana membumi yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Semoga saya salah satunya amiiiiiiinnnnnnnnnn..…..

Jumat, 25 Februari 2011

Rangkuman Ringkasan buku organisasi perusahaan bab 2,3,dan4

BAB II
TEORI ORGANISASI KLASIK
Dalam bab ini akan di bahas perkembangan teori organisasi dan teori klasik sampai sekarang.Teori klasik mendefisikan organisasi sebagai struktur , hubungan, kekuasaan- kekuasaan ,tujuan - tujuan peranan- peranan , kegiatan-kegiatan, komunikasi ,dan factor-factor lainnya yang terjadi bila orang –orang berkerja bersama.
TEORI BIROKRASI
Biroksasi adalah sebuah model organisasi normatik, yang menekankan struktur dalam organisasi.Teori ini dikemukakan oleh Max Weber dalam bukunya : The protestant ethic and spirit of capitalism.Dalam bukunya Weber mengemukakan karakteristik-karakteristik birokrasi sebagai berikut:
1.Perbagian kerja yang jelas.pembagian kerja atau spesialisasi hendaknya sesuai dengan kemampuan teknisnya
2. Hirarki wewenang yang di rumuskan secara baik.sentralisasi kekuasaan dimana adanya pemisahan yang jelas antara tingkat-tingkat bawahan dan atasan,agar terjamin koordinasi yang terjamin.
3.Program rasional dalam mencapai tujuan organisasi.
4.System prosedur bagi penanganan situasi kerja. Tujuannya untuk mencapai kontinyuitas, keseragaman , dan untuk maksud-maksud transaksi.
5.System aturan yang mencakup hak –hak dan kewajiban-kewajiban posisi para pemegan jabatan.
6.Hubungan-hubungan antar pribadi yang bersifat“ impersonal”
TEORI ADMINISTRASI
Teori administrasi adalah bagian kedua dari teori organisasi klasik. Teori ini sebagian besar dikembangkan atas dasar sumbangan Henri Fayol dan Lyndall Urwick dari Eropa.Fayol menyatakan bahwa semua kegiatan-kegiatan industrial dapat dibagi menjadi 6(enam) kelompok:
1. Kegiatan-kegiatan teknikal (produksi,manufacturing,adaptasi)
2. Kegiatan-kegiatan komersial (pembelian,penjualan,pertukaran)
3. Kegiatan-kegiatan financial ( pencarian suatu penggunaan optimum dari modal )
4. Kegiatan-kegiatan keamanan ( perlindungan terhadap kekayaan dan personalia organisasi )
5. Kegiatan-kegiatan akuntansi ( penentuan persediaan,biaya,penyusunan neraca dan laporan rugi-laba,statistic )
6. Kegiatan-kegiatan manajerial ( perencanaan,pengorganisasian,pemberian perintah,pengkoordinasian,dan pengawasan).
A. Fayol memusatkan perhatiannya pada dua konsep yaitu : prinsip-prinsip manajemen dan unsure-unsur manajemen.Fayol mengemukakan dan membahas 14(empat belas) kaidah manjemen yang menjadi dasr pengembangan teori administrasi yaitu antara lain :
1. Pembagian kerja (devision of work).Tujuannya untuk meningkatkan produktivitas,karena seseorang dapat memusatkan dirinya pada pekerjaan yang sesuai dengan keahliannya.
2. Wewenang dan tanggung jawab(authority and responsibility).wewenang adalah hak untuk member perintah.
3. Disiplin (discipline)
ini membutuhkan :
a. Atasan yang baik diseluruh tingkatan
b. Perjanjian kerja yang sedapat mungkin jelas dan bijaksana
c. Sanksi ( hukuman ) yang ditetapkan dengan bijaksana.
4. Kesatuan perintah(unity of command).Tujuannya untuk mengurangi kekacauan, kebingungan dan komplik.
5. Kesatuan pengarahan (unity of direction)
6. Mendahulukan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi.
7. Balas jasa
8. Sentralisasi.Tujuannya untuk organisasi mengatur tingkat keseimbangan optimum antara sentralisasi dan desentralisasi.
9. Rantai scalar ( hubungan antara tugas-tugas disusun atas dasar suatu hirarki dari atas ke bawah.
10. Aturan (order)
11. Kelanggengan personalia
12. Inisiatif
13. Semangat korps “ persatuan adalah kekuatan”,
Ada tiga prinsip organisasi yang dijalankan oleh pemerintah,agama,militer dan bisnis.prinsip tersebut antara lain:
1. Prinsip koordinasi. Organisasi-organisasi berjalan bila orang-orang sebagai anggota mengkombinasikan usaha-usaha mereka untuk suatu tujuan tertentu secara bersama mencapainya.
2. Prinsip scalar. Pembagian tugas atau kerja dilakukan atas dasar derajat wewenang dan tanggungjawab.
3. Prinsip fungsional. Ini lebih berhubungan antara perbedaan diantara macam-macam tugas.
Empat kaidah dasar manajemen yang harus dilaksanakan dalam organisasi perusahaan,yaitu:
1. Menggantikan metode-metode kerja dalam praktek dengan berbagai metode yang dikembangan atas dasar ilmu pengetahuan tentang kerja yang ilmiah dan benar.
2. Mengadakan seleksi,latihan-latihan dan pengembangan para karyawan secara ilmiah,agar memungkinkan para karyawan berkerja sebaik-baiknya sesuai dengan spesialisasinya.
3. Pengembangan ilmu tentang kerja serta seleksi,latihan dan pengembangan secara ilmiah harus diintegrasikan,sehingga para karyawan memperoleh kesempatan untuk mencapai tingkat upah yang tinggi, sementara manajemen dapat menekan biaya produksi menjadi rendah.
4. Untuk mencapai manfaat manajemen ilmiah,perluh dikembangkan semangat dan mental para karyawan melalui pendekatan antara karyawan dan manajer sebagai upaya untuk menimbulkan suasana kerja sama yang baik.
TEORI KLASIK:ANATOMI ORGANISASI FORMAL
Pengertian organisasi formal adalah system kegiatan yang terkoordinasi dari sekelompok orang yang berkerja bersama untuk mencapai tujuan dibawah kekuasaan dan kepemimpinan.
Definisi organisasi formal
System kegiatan yang terkoordinasi
2.Kelompok kerja
3.Kerjasama untuk mencapai tujuan

Dasar-dasar organisasi menurut teori klasik
1.Kekuasaan. bisa demokratis atau otokratis[ini sebagai sumber pengorganisasi tertinggi]
2.Saling melayani. Ini merupakan legitimasi social pada organisasi.
3. Doktrin.Ini merupakan rumusan tujuan organisasi.
4. Disiplin. Ini sebagai perilaku yang ditentukan oleh perintah atau pengendalian diri.

Tiang dasar teori organisasi formal
1. Pembagian kerja
2. Proses scalar dan fungsional. Proses scalar adalah mengenai perkembangan rantai perintah yang menghasilkan pertambahan tingkat-tingkat pada stuktur organisasi.
3. Struktur. Struktur adalah hubungan antara berbagai kegiatan berbeda yang dilaksanakan di dalam suatu organisasi.Tujuan struktur adalah menyediakan atau memberi wadah pada fungsi-fungsi organisasi ,agar tujuan organisasi tercapai dengan efektif.struktur organisasi meliputi system dan pola.
Teori klasik menyatakan bahwa organisasi mempunyai dua struktur dasar yaitu:
A. Lini. Organisasi lini adalah berkaitan dengan rantai perintah utama yang dikembangkan langsung dari fungsi-fungsi organisasi –produksi keuangan –dan distribusi barang atau jasa(fungsi operasional).
B. Staf. Organisasi staf adalah berlaku sebagai penasehat dan berfungsi sebagai penyedia fasilitas untuk lini.

4. Rentang kendali. Ini berhubungan dengan berapa banyak seorang atasan dapat “mengendalikan” bawahan secara efektif.
Rentang kendali bersifat:
a. Struktur flat ( bersifat lebih mendatar )
b. Struktur tall ( bersifat melunjang )

BAB III
TEORI ORGANISASI NEO KLASIK
Perkembangan teori neo klasik dimulai dengan inspirasi percobaan-percobaan yang dilakukan di Hawthorne, serta tulisan Hugo Munsterberg. Pendekatan noe klasik ditemukan juga di dalam buku-buku tentang hubungan manusiawi seperti Gardner dan Moore, Human Ralation in Industry dan sebagainya.
HUGO MUNSTERBERG
Sebagai pencetus psikologi industi yang sangat diakui luas serta seorang penulis buku yang paling terkenal yang berjudul “Psychology and Industrial Efficiency”. Dia mengembangkan metoda-metoda tes psikologi ilmiah untuk mencari karakteristik physic dan mental individu yang cocok dengan kebutuhan suatu jabatan. Pendekatannya banyak didasarkan pada manajemn ilmiah Taylor. Jadi, pada dasarnya Munsterberg menekankan adanya perbedaan-perbedaan karakteristik individual dalam organisasi-organisasi. Sebagai tambahan, Munsterberg mengingatkan adanya pengaruh faktor-faktor soial dan budaya tehadp organisasi.
PERCOBAAN-PERCOBAAN HAWTHORNE
Percobaan ini dimulai pada tahun1924 di pabrik Hawthorne milik perusahaan Western Electric di Cicero, Illinois, dekat Chicago, dan disponsori oleh National Research Council (Lembaga Riset Nasional). Percobaan ini dilakukan untuk meneliti pengaruh perbedaan tingkat penerangan (cahaya) dalam pekerjaan terhadap produktivitas kerja atau efisiensi kerja para karyawan. Penemuan Hawthorne pertama ini dapat menunjukkan bahwa ada variabel-variabel lain disamping kondisi-kondisi kerja physic yang mungkin mempengaruhi perilaku para karyawan.
Percobaan kedua dimulai pada bulan April 1927, yang melibatkan kelompok kecil pekerja yang terdiri dari enam orang gadis pekerja pada perakitan listrik. Ternyata dapat dirumuskan bahwa moral meningkat ataupun tidak tergantung seberapa besar perhatian yang bersifat pribadi, individual dan simpati yang diberikan kepada karyawan plus struktur sosial kelompok kerja. Jadi, para peneliti Hawthorne mengemukakan betapa pentingnya perasaan dan sikap para karyawan serta kelompok-kelompok kerja mereka.
Bulan November tahun 1931 akhirnya para peneliti melakukan percobaan terakhirnya yang mempunyai tujuan agar lebih memahami bagimana norma-norma yang mengendalikan hasil kerja setiap organisasi bisa dikembangkan oleh kelompok sosial para pekerja atau organisasi yang bersifat informal.
KRITIK DAN USUL PERUBAHAN NEO KLASIK PADA TIANG DASAR TEORI ORGANISASI FORMAL
Pembagian Kerja ( Division of Labor)
Sejak pembagian kerja dilakukan, tmbul masalah yang disebut anomie. Anomie adalah situasi dimana pedoman kerja tidak ada (“lack of rule”) dan disiplin diri menjadi berkurang (“lack of self-discipline”). Di samping itu orang menjadi bingung, takut bertanya dan merasa dirinya diabaikan (“alones among many”) yang bisa mengakibatkan timbunya gejala depersonalisasi dan dysfunetion, sehingga orang tidak lagi kooperatif. Oleh karena itu teori ini mengemukakan perlunya :
1. Partisipasi atau melibatkan setiap orang dalam mengambil sebuah keputusan bersama
2. Perluasan kerja agar setiap orang dapat memperluas kemampuan dan keahlian dalam bidang lain.
3. Manajemen Bottom-Up yang member kesempatan kepada para junior untuk berpartisipasi dalam mengambil keputusan manajemn puncak.
Proses-proses Skalar dan Fungsional
Proses ini dapat menimbulkan berbagai masalah dalam pendelegasian wewenang dan tanggung jawab. Asumsi yang dipergunakan teori klasik mengenai proses pendelegasian adalah bahwa kapsitas ( kemampuan) individu sama dengan wewenang ( memerintah atau menugaskan)fungsinya. Teori klasik mempunyai “pemecahan klasik” untuk masalah dimana kapasitas lebih besar daripada wewenang, atau sebaliknya, kapasitas lebih kecil daripada wewenangnya.
Struktur Organisasi
Tentang struktur organisasi, teori neo klasik menyatakan bahwa struktur merupakan penyebab terjadinya pergeseran-pergeseran (frictions) internal antara orang-orang yang melaksanakan fungsi yang berbeda-beda. Pergeseran-pergeseran ini terjadi terutama antara orang-orang operasional (lini) dan orang-orang staf. Menurut Melville Dalton penyebabnya adalah :
- Perbedaan tugas
- Perbedaan umur dan pendidikan
- Perbedaan sikap
Rentang Kendali
Pada teori neo klasik, rentang yang pendek dapat mengakibatkan pengawasan yang ketat, sedangkan rentang yang luas dapat memerlukan pendelegasian yang baik dengan mengurangi pengawasan. Karena perbedaan individu dan organisasi, kadang-kadang yang satu lebih baik daripada yang lain, maka rentang kendali tidak dapat ditetapkan secara pasti.
PANDANGAN NEO KLASIK TERHADAP ORGANISASI NFORMAL
Organisasi informal dapat diartikan kelompok-kelompok alamiah yang terbentuk sebagai hasil interaksi di antara para karyawan dalam situasi kerja mereka. Organisasi ini muncul sebagi tanggapan akan kebutuhan sosial manusia agar dapat bekerja sam dengan yang lainnya. Faktor-faktor yang dapat menimbulkan organisasi informal yaitu :
Lokasi
Jenis pekerjaan
Minat
Masalah-masalah khusus
Selama pendekatan menghadapi organisasi informal dipusatkan pada menajemen, cukup beralasan untuk memperkirakan bahwa standar dan norma-norma kelompok informal dapat menyebabkan tidak jalannya kebijaksanaan organisasi formal. Maka dari itu harus dihasilkan keselarasan antara kedua bentuk organisasi ini.
BAB IV
TEORI ORGANISASI MODERN
Aliran besar ketiga dalam teori organisasi dan manajemen adalah teori modern, disebut juga system pada organisasi. Teori modern mengemukakan bahwa organisasi bukanlah suatu system tertutup yang berkaitan dengan lingkungan yang stabil, tetapi organisasi adalah suatu sistem terbuka yang harus-bila iongin mempertahankan kelangsungan hidupnya-menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungannya. Organisasi dan lingkungannya adalah saling tergantung pada yang lain sebagai sumber.
DASAR PEMIKIRAN TEORI ORGANISASI MODERN
Teori organisasi dan manajemen modern dikembangkan sejak tahun 1950. Teori modern dalam banyak hal yang mendasar berbeda dengan teori klasik. Pertama, teori klasik memusatkan pandangannya pada analisa dan deskripsi organisasi melalui analisa dan metoda ilmiah. Kedua, ilmu pengetahuan klasik telah membicarakan konsep koodinasi, skalar dan vertikal. Teori neoklasik, sebenarnya bukan teori, mengubah teori klasik dengan menekankan pentingnya aspek perilaku manusia dalam organisasi.
Teori modern menyebutkan bahwa kerja suatu organisasi adalah sangat kompleks, dinamis, multilevel, multidimensional, multivariable, dan probabilistik. Organisasi terdiri dari antar hubungan bagian-bagian dalam suatu sistem, ada badan-badan yang dihubungkan dengan tali elastis. Sebagai suatu sistem, terdapan 3 uynsur organisasi:
1. Unsur struktur yang bersifat makro
2. Unsur proses yang juga bersifat makro
3. Unsure perilaku anggota organisasi yang bersifat mikro
Ketiganya saling kait-mengkait dan sebenarnya tak terpisahkan satu sama lain.
Teori Sistem Umum
Teori sistem umum merupakan suatu aspek analisis organisasi yang berusaha untuk menemukan kaidah-kaidah unum organisasi yang berlaku universal.
Tujuan teori sistem umum adalah penciptaan suatu ilmu pengatahuan organisasional universal dangan menggunakan elemen-elemen dan proses-proses umum seluruh sistem sebagai titik awal.
Beberapa tingkatan sistem yang harus diintegrasikan. Kenneth Boulding mengemukakan klasifikasi tingkat-tingkat sistem yaitu:
1. Struktur statistic --- yang meruoakan tingkat rangka dasar, anatomi suatu sistem.
2. Sistem dinamik sederhana – tingkat mesin jam, dengan gerak-gerak tertentu.
3. Sistem sibernetik – tingkat termostat, sistem bekerja untuk menjaga keseimbangan melalui proses pengendalian diri.
4. Sistem terbuka – tingkat pemeliharaan diri yang berkembang dan meliputi organisme yang hidup.
5. Sistem genetika social – tingkat masyarakat sel, yang ditandai dengan pembagian kerja.
6. Sistem hewani – tingkat mobilitas yang ditunjukan dengan adanya perilaku yang diarahkan pada tujuan.
7. Sistem manusiawi – tingkat dengan symbol komunikasi dan interpretasi.
8. Sistem social – tingkat organisasi social.
9. Sistem transedental –tingkat terakhir dan absolute, merupakan struktur yang sistematik tetapi tidak dapat diketahui hakekatnya.
. Teori organisasi modern mempunyai kesamaan dengan teori sistem umum dalam cara memandang organisasi sebagai sesuatu yang terintegrasi. Secara ringkas teori organisasi modern dan teori sistem umum, mempelajari:
1. Individu-individu dalam keseluruhan dan pergerakan individu didalam dan diluar sistem.
2. Interaksi individu-individu dengan lingkungan yang terjadi dalam sistem.
3. Interaksi diantara individu-individu dalam sistem.
4. Masalah-masalah pertumbuhan dan stabilitas sistem.
Teori Organisasi Dalam Suatu Sistem Kerangka Sistem
Teori organisasi modern adfalah multidispliner yang konsep-konsep dan teknik-tekniknya dikembangkan dari banyak bidang studi, seperti sosiologi, teori adminidtrasi, ekonomi psikologi, ekologi, operation research, dan banyak bidang-bidang lainnya. Teori modern berusaha untuk memberikan sintesa yang menyeluruh bagian-bagian yang berhubungan dengan semua bidang studi tersebut untuk mengembangkan suatu teori organisasi yang diterima umum.
Factor-faktor yang membedakan kualitas teori organisasi modern dengan teori-teori organisasi lainnya adalah dasar konsepsional—analiotiknya, ketergantungannya pada data riset emprik, Macam-macam unsur yang tecakup dalam analisis sistem, yaitu bagian-bagian organisasi sebagai suatu sistem, interaksinya, proses-proses dan tujuan-tujuan sistem.
bagian-bagian dari sistem dan saling ketergantungannya. Bagian dasar pertama sistem adalah individu, dan struktur kepribadiannya yang diberikan kepada organisasi.
Bagian kedua sistem adalah penentuan fungsi-fungsi formal, yang biasa disebut organisasi formal. Merupakan pola hubungan antar pekerjaan-pekerjaan yang membangun struktur pada suatu sistem.
Bagian ketiga dalam sistem organisasi adalah organisasi informal. Individu mempunyai kebutuhan melalui kontaknya dengan orang lain dalam pekerjaannya.
Bagian keempat adalah struktur status dan peranan. Harus ada peleburan pola perilaku timbal balik peranan yang dimainkan oleh organisasi formal dan informal.
Bagian kelima adalah lingkungan phisik pelaksanaan pekerjaan. Walau pun hal ini implisit pada organisasi formal dan fungsi-fungsinya.
Proses-proses hubungan dalam sistem. Teori organisasi modern menunjukan tiga kegiatan proses hubungan universal yang selalu muncul pada sistem manusia dalam perilakunya berorganisasi. Komunikasi sering disebut juga dalam teori neoklasik, tetapi tekanannya pada deskripsi bentuk kegiatan komunikasi, yaitu formal-informal, vertikal-horizontal dan lini-staf.
1. Konsep keseimbangan adalah mengenai penyeimbangan mekanisme yang dicapai dengan jalan menjaga hubungan structural yang harmonis antar bagian-bagian dalam sistem.
2. Proses pengambilan keputusan adalah variable internal dalam suatu organisasi yang tergantung pada pekerjaan-pekerjaan, harapan-harapan individu, motivasi dan struktur organisasi.
Tujuan-tujuan organisasi ada tiga tujuan utama yaitu yang saling berhubungan, yaitu antara lain.
pertumbuhan,
stabilitas dan
interaksi